”.…Dewan Integritas Bangsa berpendapat Ibu merupakan putri terbaik bangsa yang layak untuk maju sebagai Calon Presiden RI 2009-2014. Apabila Ibu berkenan mengikuti konvensi, kami mengundang Ibu bersilaturrahmi dengan DIB pada hari Kamis, 4 Desember 2008. Atas nama TIM 45 DIB, Tertanda KH. Salahuddin Wahid dan Pdt. Nathan Setiabudi.” Demikian penggalan isi surat DIB tertanggal 25 Desember 2008 yang diantar langsung kepada saya oleh Lieus Sungkharisma, Koordintor Nasional Komtak (Komunitas Tionghoa Anti Korupsi) pada malam hari yang sama.
Hari Rabu, 4 Desember 2008 bersama Mas Fahrizal, Mas Yusron Aminullah, Ibu Alita Marsanti, Mas Rahu, menyusul kemudian Pak Heru dan Pak Jawahir, kami berangkat ke Gedung Joang 45, jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, memenuhi undangan DIB. Sebelumnya, kami mendiskusikan dan mencatat hal penting untuk disampaikan yang terdiri atas tiga bagian: pesan/statemen, pertanyaan dan usulan. Kami juga berkesempatan berbincang akrab dengan Bapak Roh Basuki dan Pak Bambang dari DIAN Desa, penggagas dan penerbit Majalah Trubus, serta wawancara dengan beberapa rekan wartawan.
Acara silaturrahmi DIB dihadiri oleh enam orang peserta Konvensi Capres: Dr. Fadel Muhammad (gubernur Gorontalo), Marwah Daud Ibrahim (anggota parlemen), Dr. Rizal Ramli (mantan menteri), Sri Sultan Hamengku Buwono X (gubernur DIY), Taufiqurrahman Ruki (mantan ketua KPK), Dr. Yuddy Chrisnandi (anggota parlemen). Pak Taufik menyatakan tidak ikut konvensi dan akan berkonsentrasi dalam pencalonan sebagai anggota DPD di Banten. Bambang Sulastomo yang tadinya Anggota Tim 45, menyatakan siap menjadi peserta capres.
Gus Solah dan Pdt. Nathan menyampaikan alasan mengapa DIB melaksanakan konvensi calon presiden alternatif. Salah satu alasannya adalah bahwa selama ini di Indonesia pemilih langsung digiring ke proses election, proses selection yang terbuka secara fair belum dilaksanakan secara memadai. Kalau kita lihat konvensi di Amerika, proses seleksi untuk mencari yang berkualitas melibatkan rakyat, media dan dapat diikuti secara terbuka berbulan-bulan. Beda keduanya adalah: election lebih mengutamakan suara dan popularitas dan bisa dibeli, selection mengutamakan kualitas yang dihasilkan (earned, learned, worked on) dengan “keringat” otak serta hati, dan tak bisa dibeli.
Pdt Nathan juga memaparkan tentang konsep integritas yang bukan saja merangkum pendekatan system thinking dan governance tapi juga mengeksplisitkan dimensi moral etis. Dengan harapan terwujudnya kemajuan, kecerdasan, keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Para peserta konvensi diminta untuk menyusun VISI STRATEGIS yang berisikan kerangka pemikiran yang dinilai efektif untuk menghadapi seluruh persoalan bangsa, disertai dengan statemen tentang political will yang pro-rakyat. VISI STRATEGIS ini diajukan dalam format:
1) Semua Soal Dalam Satu Genggaman. Gambaran menyeluruh keadaan bangsa, ringkas dan koheren (mencakup semua) bisa dipresentasikan dan disimak dalam waktu lk. 20 menit.
2) Rangkaian Prioritas Utama. Memilih beberapa prioritas utama dalam status rangkaian logika yang mudah dimengerti dan dirangkai, bisa menumbuhkan kepercayaan rakyat dan dilengkapi penjelasan tentang the rationale, the why, serta the how-nya.
3) Platform Solusi, terdiri atas platform (prinsip dan kebijakan): siapa cawapres/pasangan yang dinilai cocok; format kabinet dan nama menteri yang memungkinkan mesin pemerintahan bisa berjalan terpadu dan efisien; sistem koordinasi dan evaluasi secara terbuka.
Rangkaian konvensi sederhana DIB dengan alur sbb:
1) Diskusi kiritis dengan TIM 45 (Desember 2008).
2) Presentasi VISI STRATEGIS peserta di 12 kota di depan lk. 300 audiens yang diundang,
dilanjutkan dengan tanya jawab dan penilaian dari audiens.
3) Diskusi Tim 45, publikasi ke media (Maret-April 2009).
4) Diharapkan banyak pemilih (khususnya golput) tercerahkan oleh VISI Strategis dan ikut
memilih calon legislatif dari partai yang akan mencalonkan Capres Pilihan DIB.
Setelah pengantar DIB, para calon peserta Konvensi Capres DIB diminta menyampaikan pendapat, saran atau pertanyaan. Selain menyatakan kesediaan calon peserta konvensi juga menanyakan berbagai teknis pelaksanaan konvensi, tentang daftar usulan anggota kabinet, jadwal konvensi di daerah, dan partai pendukung.
Ketika giliran itu datang kepada saya justru yang muncul adalah catatan hasil istikharah dan kontemplasi saya di atas sajadah usai rangkaian sholat malam, sholat subuh dan bacaan Al-Qur’an terjemahan pagi ini.
Sehingga statemen yang keluar kurang lebih sbb: “Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang… hati saya sungguh tergetar ketika pertama kali saya mendapatkan informasi tentang 8 ormas kepemudaan bersama membentuk DIB. Pemuda dari latar agama berbeda. Bayangkan, dari NU dan Muhammadyah, dari Katolik dan Protestan, Hindu, Budha, Konghuchu yang biasanya dilihat perbedaannya kini bergandeng tangan dan terdorong untuk mengambil peran dalam proses yang sangat penting ini. Teman Tionghoa yang sering dinilai sibuk berbisnis ternyata juga peduli melalui Komunitas Tionghoa Anti Korupsi. Saya meyakini Allah punya rencana besar untuk bangsa ini, dan kita menjadi alat-NYA untuk mewujudkannya.”
Hari ini kita kembali melihat bagaimana tokoh dari beragam latar belakang yang masuk dalam Tim-45. Sungguh pun dunia dilanda krisis ekonomi dan Indonesia mulai terkena imbasnya, pertemuan hari antara lain diadakan agar ketika dunia dilanda pesimisme kita bisa menggelorakan optimisme dan pikiran positif. Kita bahkan bisa mengatakan bahwa dibalik krisis tersimpan peluang. Perhatikan bagaimana biji lama menua, membusuk untuk membuka jalan lahirnya kecambah dan tunas baru. Saya bisa membayangkan bahwa dunia dan bangsa ini ibarat sedang membusuk untuk menyiapkan kecambah peradaban baru, kepemimpinan baru.” Sekali lagi saya yakin ini bagian dari rencana Allah. Insya Allah kita DIPERTEMUKAN oleh YANG MAHA PERENCANA untuk tujuan yang mulia.
Mari kita menyatukan langkah, menyatukan tekad kita, yakinilah bahwa walaupun berbeda cara kita memanggil-Nya atau menyembah-Nya pastilah PENCIPTA KITA SATU. Semoga kita dalam bimbingan cahaya-Nya seperti difirmankan-Nya: “Allah membimbing kepada Cahaya-Nya siapa yang dikehendaki. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”
Untuk itu dengan semata mengharap Ridho dari Allah SWT dan mengharap doa dan dukungan dari rakyat dan masyarakat Indonesia, Bismillahirrahmanirrahim saya nyatakan siap mengikuti Konvensi Capres RI 2009-2014 yang dilaksanakan oleh DIB.”
Setelah mendengar pendapat, saran, usulan dan pertanyaan dari peserta maka Panitia Konvensi mengumumkan jadwal Konvensi DIB di 12 kota; Yogyakarta(10 Januari), Padang (13 Januari), Surabaya (17 Januari), Denpasar (24 Januari). Medan (31 Januari). Bandung (3 Februari), Banjarmasin (7 Februari). Makassar (14 Februari), Gorontalo (16 Februari), Ambon (21 Februari), Jayapura (28 Februari), Jakarta (7 Maret).
Gus Solah, menyatakan bahwa proses dan hasil konvensi DIB akan disalurkan melalui Partai Politik, beberapa di antaranya yang sudah dijajaki adalah: Partai Buruh, PNBK, PPNUI, dan PKNU, “dan diyakini akan bertambah lagi, dan diharapkan pada saatnya nanti bisa memenuhi syarat pengajuan Capres.”
DIB, terima kasih atas kepercayaannya. Salam Nusantara Jaya 2045.
http://www.marwahdaud.com dan marwahdi@yahoo.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar