20 Desember 2008

"PKS AWARD 2008: 8 INSPIRING WOMEN"


Beberapa hari lalu saya menerima SMS yang intinya meminta foto dan video kegiatan saya untuk jadi bahan pembuatan profil acara Malam Anugerah PKS Award 2008 untuk 8 Inspiring Women. Karena saya di luar kota, maka saya jawab singkat: "Silakan buka www.marwahdaud.com lalu click flickr untuk ambil foto dan youtube untuk download video kegiatan saya."

Sesuai dengan undangan tanggal 19 Desember 2008 malam, saya datang menghadiri acara di Istana Ballroom Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. Di malam penganugerahan itu, Ketua Kewanitaan PKS, Ledia Hanifa Amaliah, menyampaikan bahwa: PKS memberikan anugerah kepada 8 inspiring women terpilih dari 800 nominator yang diajukan oleh masyarakat, termasuk dari pimpinan pusat berbagai ormas perempuan.

Penghargaan ini dianugerahkan kepada yang dinilai memberikan inspirasi dalam rangka peringatan 80 tahun kebangkitan perempuan Indonesia, hari Kongres Perempuan 22 Desember 2008. Sering juga disebut dengan Hari Ibu. Beliau juga menyampaikan bahwa "PKS meyakini inpirasi ini bukanlah kompetisi, tapi gerakan bersama untuk memberikan harapan sebesar-besarnya kepada semua orang."

Sementara Presiden PKS, Tifatul Sembiring, yang menyerahkan penghargaan kepada para inspiring woman tersebut menyatakan keprihatinannya akan indeks perempuan Indonesia yang masih rendah. Bahkan dari segi pendidikan, kini masih kurang dari 5 persen kaum perempuan di Indonesia yang sampai pada jenjang perguruan tinggi. "Mereka tidak leluasa memiliki akses seperti halnya laki-laki. Padahal ibu atau perempuan adalah inspirasi bagi bangsa ini," jelasnya saat memberikan sambutan.

Dalam buku panduan acara dan presentasi video, disampaikan bahwa delapan orang yang terpilih menerima PKS Award 2008: 8 Inspiring Women adalah mereka yang dianggap memiliki pengaruh signifikan, dan aktif dalam bidang masing-masing. Mereka adalah:1) Neno Warisman (seniman dan pendakwah) yang juga dikenal sebagai perancang busana muslim; 2) Nani Zulminarni (aktivis LSM), yang menggiatkan pembentukan koperasi bagi janda-janda serta sebagai ketua Pemberdayaan Kepala Keluarga Perempuan (Pekka); 3) Prof. Edi Sedyawati (budayawan) yang aktif berkesenian tradisional melalui Ikatan Seni Tari Indonesia; 4) Bunda Iffet Veceha Sidharta (manajer grup musik Slank), yang mampu membawa personil Slank keluar dari ketergantungan narkotika dan obat-obatan; 5) Dr. Eniya Listiani Dewi (ilmuwan) yang membuat terobosan pengembangan sinar matahari menjadi arus listrik; 6) Maria M. Hartiningsih (wartawati), yang kerap menulis artikel seputar perempuan; 7) Sri Wulandari (pendidik), yang menggagas Forum Putra Daerah Peduli Pendidikan; 8) Marwah Daud Ibrahim (politisi) yang dianggap sukses memperjuangkan sekolah berbasis unggulan lokal di kabupaten/kota dan menginspirasi perempuan terjun, berjuang dan berkontribusi di ranah politik a.l. dengan melalui affirmative action 30% di parlemen.

Sebenarnya, beberapa waktu lalu saya sempat membaca pengumuman di sebuah majalah perempuan, yang mengundang masyarakat mengusulkan nama-nama calon 8 inspiring women melalui SMS dengan format: PKS (spasi) nama pengusul (spasi) usia pengusul (spasi) kota pengusul (spasi) nama yang diajukan (spasi) alasan.

Hari-hari terakhir sebelum acara penganugerahan, saya juga mengikuti berita di koran dan di situs internet yang santer membicarakan PKS Award beserta beberapa nama nominator: a.l.: Siti Hardianti Rukmana (Mbak Tutut), Ibu Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP), Ibu Ani Yudhoyono (pelopor mobil pintar), Ibu Mufidah Kalla (aktif di kegiatan sosial), Ibu Siti Fadilah Supari (Menkes).

Saya tidak pernah membaca dan bahkan juga tidak membayangkan diri saya termasuk nominator untuk mendapatkan anugerah sebagai perempuan yang memberikan inspirasi. Apalagi belakangan ini saya jarang sekali muncul di media.

Namun saya menemukan berbagai hikmah di balik penghargaan ini. Antara lain: kita harus yakin bahwa realisasi kepedulian sosial yang kita lakukan tidaklah sia-sia. Masyarakat tidak buta dan tuli; mereka melihat, mendengar, serta mencermati apa yang kita lakukan. Mungkin salah satu penyebab saya masuk nominator adalah karena beberapa tahun terakhir ini saya rajin berkeliling di tengah masyarakat melakukan pelatihan MHMMD dan program pengembangan unggulan lokal, serta kegiatan terkait dengan tugas sebagai Presidium ICMI dan ketua Pokja Forum Kawasan Timur Indonesia.

Selain itu saya sering mengisi acara seminar, dialog dan pelatihan perempuan, khususnya dalam bidang politik. Selain di forum PKS, saya juga pernah mengisi acara di PBB, di PPP bahkan pelatihan caleg lintas partai yang diadakan The Asia Foundation bersama Ibu Ani Sucipto (Universitas Indonesia) dan Norwegian Embassy, diikuti calon legislator perempuan dari PDIP, Golkar, Demokrat, PDS, PKB, PKS, PAN, Partai Buruh, dll.

Hal lain yang tak kalah penting adalah campur tangan-Nya. Dari hasil renungan saya, saya yakini ini bukan sebuah kebetulan, tapi sebuah miracle. Majalah Ummi sudah lama minta berwawancara; terakhir saya ketemu wartawannya di kediaman Dubes Inggeris dan ketika itu disepakati waktu wawancara. Ternyata wawancara berupa profil kegiatan saya dalam keluarga dan di masyarakat dimuat lengkap dalam majalah yang juga memuat pengumuman meminta masyarakat memajukan nominator 8 inspiring women itu.

Maka, saat diminta menyampaikan pesan dan kesan pada forum pemberian penghargaan itu, saya tentu tak lupa memanjatkan rasa syukur kepada Allah SWT, serta terima kasih kepada masyarakat disertai pesan yang isinya lk. sbb: Pertama, mengapresiasi PKS yang telah mengembangkan kebiasaan positif dengan memberikan penghargaan kepada pahlawan, kepada tokoh pemuda dan malam ini kepada kaum perempuan.

Kedua, menyampaikan bahwa saya sering ditanya kok belakangan ini jarang muncul. Saya jawab: "Dulu sebelum reformasi semua orang diam, jadi saya lantang berbicara. Sekarang ketika orang semua bicara, maka saya sibuk keluar masuk desa bekerja bersama rakyat."

Ketiga, menyampaikan pesan khusus kepada kaum perempuan Indonesia untuk tidak segan berkiprah di dunia politik: "Yakinilah bahwa berkiprah dan berperan di bidang politik sama mulianya dengan berkiprah di bidang lain. Yang penting kita luruskan niat untuk mengabdi kepada-Nya dan tulus berjuang untuk kesejahteraan masyarakat."

Apapun, yang paling menarik menurut saya dari semua ini adalah bahwa masyarakat ternyata TIDAK LAGI melihat JABATAN atau KEDUDUKAN FORMAL kita atau SUAMI atau ORANGTUA KITA dalam menentukan pilihan. Pilihan pada 8 inspiring women ini membuktikan bahwa masyarakat kini lebih mencermati KONSISTENSI, DETERMINASI dan KEBERANIAN kita memperjuangkan apa yang kita yakini benar dan bisa memberi manfaat positif sebesar-besarnya for all.

Semoga Tuhan YME --sumber dari seluruh sumber inspirasi-- selalu mengilhami kita untuk menggali inspirasi dari ajaran mulia yang telah diwahyukan kepada manusia melalui Nabi-nabi dan Rasul-rasul pilihan-Nya. Semoga kita semua jadi inspirator, khususnya bagi generasi masa depan bangsa. Amiin!
Salam NUSANTARA JAYA 2045.

marwahdi@yahoo.com dan www.marwahdaud.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar