11 November 2008

ANAK DAN MASA DEPAN BANGSA

"Tahun 1985, saya mendapat kesempatan berkunjung ke Korea. Ketika itu visi Korea sederhana sekali -- Tahun 2005 Korea semaju Jepang -- dan terbukti dalam beberapa hal target itu tercapai. Tapi ada lebih menarik lagi, ternyata perhatian pemerintah dan masyarakat Korea sangat tinggi pada anak usia dini. Ketika itu dilakukan program khusus untuk menyiapkan kader masa depan Korea dari anak usia dini. Salah satu caranya adalah anak usia di bawah enam tahun diminta untuk melompat ke kolam renang. Hal ini dilakukan untuk melihat keberanian dan naluri mereka. Inti illustrasi ini sebenarnya adalah bahwa, salah satu tonggak penting persiapan untuk menuju negara yang maju adalah penyiapan generasi masa depan sejak usia sangat dini."

Cerita di atas adalah penggalan jawaban yang disampaikan oleh Bapak H.Gaffar Usman, Kakanwil Departemen Agama Provinsi Riau, ketika menjawab pertanyaan anggota Komisi VIII DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ke Riau dan secara khusus menanyakan program pendidikan dan pembinaan untuk anak usia dini.

Program tentang Korea menarik, karena kita juga sering mendengar cerita tentang perhatian kepada anak usia dini dari Lee Kuan Yew ketika terpilih memimpin Singapura. Pendidikan, pembimbingan dan perhatian khusus kepada anak usia dini mereka lakukan karena meyakini bahwa diperlukan penyiapan generasi untuk memasuki era baru dan pergaulan yang semakin mengglobal. Anak-anak dengan kemampuan kelas dunia yang dimiliki Sigapura saat ini telah dipersiapkan sejak mereka berusia dini di awal pemerintahan Lee Kuan Yew.

Saya teringat ketika hamil anak pertama saya Dian dan anak kedua saya Akmal di Amerika Serikat waktu sedang kuliah S-3. Ketika memeriksakan kandungan di Columbia Hospital for Women, saya diminta untuk menulis asupan yang saya konsumsi berupa minuman dan makanan selama beberapa hari untuk kemudian dianalisis oleh ahli gizi. Kesimpulannya, saya kurang gizi dan harus dimasukkan dalam program penerima makanan tambahan. Saya pun mendapatkan kupon untuk mengambil susu, jus, telor dan keju di supermarket terdekat. Salah satu yang wajib adalah harus minum susu "minimal empat gelas" per hari. Itu untuk kebaikan bayi dan ibunya. "Itu perintah undang-undang yang berlaku untuk semua perempuan yang hamil dan akan melahirkan di Amerika." Termasuk untuk mahasiswa asing seperti saya. Program pemberian makan siang juga dilakukan sampai usia SMA di sekolah. Ini juga dilakukan di Korea.

Ketika berkunjung dan bertemu dengan teman-teman Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Provinsi Riau, kami pun kembali dalam dikusi serius tentang perlunya memberikan perhatian khusus kepada anak Balita.

Apa jadinya anak-anak kita yang lahir hari ini, dan yang akan mengambil alih estafet kepemimpinan di bidang masing-masing lk 30-40 tahun yad di era kita harapkan Nusantara Jaya 2045 memimpin peradaban dunia, jika anak-anak kita di awal hidupnya tumbuh dengan kurang gizi, serta tiap hari mendengar kata-kata negatif dan mengundang pesimisme seperti mutilasi, pembunuh berganda, bom, teroris, pornografi, korupsi, dll."

Saatnya kita serius membenahi program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Indonesia.

"Sayang Bu, negeri kita belum memberikan perhatian khusus kepada anak usia dini, padahal 2/3 potensi kecerdasan anak berkembang di dalam kandungan dan Usia sebelum masuk SD" Kata anggota KPAID Riau. Dr. Muslimin Nasution di berbagai pertemuan ICMI yang selalu mengingatkan, usia Balita itu adalah golden age bahkan diamond age, harus sungguh-sungguh mendapat perhatian kita.

Pak Gaffar dan teman-teman di KPAID Provinsi Riau, kembali mengingatkan kita akan pentingnya pembenahan pendidikan usia dini. Jika kita ingin Nusantara Jaya 2045, segenap potensi bangsa harus diarahan untuk anak sejak usia dini. Saatnya rumah-rumah ibadah, Posyandu, taman bermain, taman bacaan dijadikan tempat mengembangkan potensi anak Indonesia. Program pengurus PKK, RT/RW desa/kelurahan harus mendata secara akurat dan aktual orang hamil dan usia Balita by name and by address di wilayah tinggal mereka, agar potensi yang dianugrahkan Pencipta kepada tiap-tiap anak Indonesia dapat ditemukan dari sangat dini untuk kemudian diberikan sentuhan terbaik sejak dini. Selain pemberian asupan berupa gizi dan imunisasi untuk keperluan fisik, juga perlu asupan dan imunisasi untuk untuk pikiran, perasaan, dan ruhani mereka. Sehingga akan hadir anak-anak dengan IMTAQ dan IPTEK berkualitas tinggi, dengan emosional, spiritual, intelegensia, dan adversity question (ESIA Q) yang prima.

Salam Nusantar Jaya 2045.

(marwahdi@yahoo.com dan www.marwahdaud.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar