"Ma... sudah baca Resonansi Mas Zaim Uchrowi hari ini? Bagusss sekali!!!" Kata suami saya sambil masuk ke ruang perpustakaan kecil rumah kontrakan kami dan menyodorkan Koran Republika terbitan tanggal 7 November 2008 kepada saya.
Membaca judulnya saja saya terpana: BERANI BERMIMPI. Mas Zaim memang punya kecerdasan luarbiasa dan talenta menulis yang mengagumkan. Beliau mampu menangkap hal paling esensial dari sebuah kejadian. Dari acara Pemaparan dan Peluncuran Program NUSANTARA JAYA 2045 dan Dialog Calon Presiden RI Versi Dewan Integritas Bangsa (DIB) tanggal 5 November 2008 di Wisma Serbaguna, Gelora Bung Karno, yang sempat beliau ikuti, beliau menangkap esensinya -- mengajak anak Indonesia menyusun impian (cita-cita) dan merancang hidup dan masa depan untuk mencapainya.
Mas Zaim Uchrowi sebenarnya punya andil dalam program yang kami luncurkan. Seperti yang ditulis dalam Resonansi tsb, beliau ikut menyemangati kami dan tim MHMMD --sebuah pelatihan yang cikal bakalnya mulai dilatihkan sejak tahun 1996 di lingkungan terbatas-- untuk mengintensifkan pelatihan tersebut kepada umum. Bahkan foto Mas Zaim, di tengah peserta pelatihan yang kami adakah tahun 2002 di Simpul Madani, ICMI Center diabadikan dalam buku panduan pelatihan MHMMD.
Mas Zaim Uchrowi juga diberkahi Allah SWT kepekaan membaca tanda-tanda zaman. Beberapa waktu sebelum Ustaz Arifin Ilham melakukan Zikir Akbar berjamaah, Mas Zaim sudah beberapa kali menyampaikan kepada kami tentang Ustaz muda yang zikirnya menggetarkan hati tsb.
Sebelum Muktamar ICMI di Makassar Desember 2005, Mas Zaim datang khusus menemui saya di kantor ICMI dan berkata, "Siap-siap Kak Marwah, boleh jadi ICMI akan membutuhkan Kak Marwah sebagai salah satu pemimpinnya. Alasannya, Kak Marwah salah seorang pendiri dan tekun serta konsisten mengawal program dan perjalanan ICMI selama ini." Ketika itu nama-nama unggulan yang muncul sebagai calon pimpinan ICMI adalah Pak Sugiharto, Dr. Muslimin Nasution, Ir. Hatta Radjasa, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie dll.
Ternyata, beberapa tokoh muda ICMI seperti Irfanul Islam, Baihaqi Abdul Madjid, dan beberapa lainnya terutama dari badan otonom seperti Masika, Yayasan Orbit, dan Lasnaz BMT dari berbagai wilayah Indonesia mendorong saya dan mengajak banyak teman muda untuk mendukung saya dalam pencalonan dan pemilihan pimpinan ICMI. Dan Mas Zaim terbukti benar, pada saat pemilihan pimpinan dengan pola kolektif (Presidium) pada Muktamar IV ICMI, di Makassar bersama Ir. Hatta Radjasa, Dr. Muslimin Nasution, Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir, Prof. Dr. Azyumardi Azra saya terpilih menjadi Presidium, bahkan mendapat suara terbanyak.
Ada lagi yang istimewa dari Mas Zaim, selain memiliki pengaruh dengan tulisan, beliau sendiri seorang yang memiliki impian dan getol memperjuangkan realisasi impian atau cita-citanya. Saya ingat di awal 1990-an, ketika ICMI baru saja dibentuk, Mas Zaim menemui Mbak Tatat Rachmita Utami, kemudian menemui pengurus inti ICMI, menyampaikan impian akan sebuah koran harian alternatif. Beliau bahkan sudah membawa konsep korannya, foto gedung kantor redaksinya serta usulan kerjasamanya dengan tim pemilik koran dan gedung sebelumnya, Mas Soetrisno Bachir. Pada era sulit terbitkan koran, dengan impian/visi yang kuat dan perjuangan yang tak lepas dari ketokohan a.l. Mas Zaim Uchrowi yang masih sangat muda, ternyata mampu melahirkan koran "REPUBLIKA" yang awal kelahirannya dinakhodai oleh mas Parni Hadi.
"Terima kasih banyak atas Resonansi-nya" demikian SMS saya ke Mas Zaim Uchrowi. Yang beliau jawab singkat saja. "Insya Allah langkah kak Marwah akan berbuah." Saya pun menjawab balik: "Amiin semoga berbuah lebat sepanjang zaman. Mohon doa dan dukungan Mas Zaim agar langkah bangsa kita selalu dalam bimbingan-NYa."
SELAMAT BERMIMPI INDAH DAN BERCITA-CITA MULIA INDONESIA!!!
Semoga Allah memberkahi kita semua. Amiin. Salam Nusantara Jaya 2045.(marwahdi@yahoo.com & www.marwahdaud.com).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar