Tanggal 9 November malam, dalam acara resepsi pernikahan putri Bapak Sudrajat, Dubes Indonesia untuk China di hotel Darmawangsa saya sempat berbincang dengan Pak Harry Tjan Silalahi, salah seorang tokoh CSIS dan Jalan Lurus dan Dr. Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina.
“Kalau mau berhasil memimpin bangsa ini maka harus menyadari bahwa Indonesia itu negeri besar. Indonesia itu tidak bisa disamakan dengan Jerman, Inggeris, Perancis, Belanda, dll. Indonesia itu sama Negara EROPA, gabungan dari puluhan Negara.” Kata pak Harry Tjan, seperti biasa, dengan semangat dan nada sangat serius. "Jadi kalau mau berhasil memimpin Indonesia yang begini besar dan majemuk, Anda harus membentuk tim. Kalau bergerak sendirian sulit. Bisa saja seseorang diterima di satu provinsi belum tentu di kenal di provinsi lain. Jadi harus bekerjasama dengan tokoh-tokoh lain dari berbagai latar belakang.”
Bapak Harry Tjan Silalahi memang salah seorang pemikir cerdas dan brillian yang dimiliki Indonesia. Pikiran cemerlang teryata bukan hanya bisa kami dapatkan di acara seminar atau pertemuan formal dan serius lainnya, tapi bahkan juga di acara nikahan. Terakhir saya bertemu dengan beliau ketika ada acara pertemuan dialog Yayasan Jati Diri Bangsa yang dipimpin oleh Bapak Soemarno Soedarsono, Surjadi Soedirdja, Kiki Syahnarki dll.
Saya merasa bersyukur karena fikiran yang beliau sampaikan tentang betapa luas dan besarnya Indonesia sangat sejalan dengan pikiran kami di tim Nusantara Jaya 2045. Bahkan dalam presentasi Nusantara Jaya tanggal 5 November lalu, kami tampilkan gambar peta Indonesia yang diletakkan di atas peta 27 negara Eropa dengan memakai Google map. Luas dan besarnya wilayah Indonesia ini pula menjadi alasan dan keyakinan bahwa Nusantara Jaya tahun 2045 bisa memimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi di Dunia.
Saya teringat buku kompilasi data yang dihimpun oleh Uni Eropah yang memperlihatkan keseriusan mereka untuk berhimpun agar menjadi kekuatan bersama yang besar (lihat gambar di bawah ini). Data tersebut memperlihatkan Jerman dengan penduduk 82,5 juta, Prancis 59,9 juta, Inggeris 59,7 juta. Negeri Belanda (yang pernah menjajah Indonesia, dan masih sering oleh sebagian kita untuk dijadikan alasan penyebab ketertinggalan bangsa) hanya berpenduduk 16 juta orang, kurang dari setengah penduduk Provinsi Jawa Barat.
Kami pun di Tim Nusantara Jaya 2045 bertekad untuk memasukkan dalam pikiran rakyat Indonesia terutama generasi baru Indonesia, bahwa Indonesia adalah negara besar yang diberkahi Allah SWT. Dan bahwa dibutuhkan kontribusi kita untuk menjadikan bangsa ini maju, mandiri, bermartabat dan pada gilirannya bisa menjadi salah satu penyangga peradaban dunia. Salah satu yang paling mendesak untuk kita lakukan adalah membangun rasa kebersamaan (modal sosial) antar segenap pemimpin bangsa dan seluruh rakyat Indonesia agar mau mempererat tali persatuan dan kesatuan.
Kalau pemimpin Eropa saja yang beragam sistem politiknya (terbagi atas lebih dari duapuluh negara berdaulat dengan sistem pemerintahan yang berbeda: ada kanselir, perdana menteri, presiden, raja dan ratu di Belanda, dll) bisa bersatu membuat mata uang bersama Euro dan membentuk parlemen Uni Eropa, masa negeri kita yang sudah mengikat diri sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia, berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 45 serta bermotto "Bhineka Tunggal Ika" tidak menyatukan potensi untuk kemajuan bersama?
Caranya, kita arahkan pandangan kita fokus ke masa depan sambil tekun memberikan kontribusi terbaik kita masing-masing saat ini, dan bertekad untuk tidak sekadar sibuk mencari siapa yang salah di masa lalu.
Pertemuan dan dialog dengan Bapak Harry Tjan Silalahi dan Dr. Anis Baswedan memang tak berlangsung lama. Masing-masing berbaur dangan tamu lain sambil sayup mendengar pengumuman MC pernikahan mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Ny. Ani Yudhoyono dan Bapak Wakil Presiden H.M. Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla.
Sungguh pun pertemuan sangat singkat, namun kembali meyakinkan saya tentang betapa besarnya Indonesia. Betapa negeri ini memerlukan tim pemimpin yang tangguh. Saya pun berdoa semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada bangsa besar ini dengan pemimpin terbaik menurut pilihan-Nya.
Saya pun megajak kita semua berdoa sambil tentu terus berikhtiar, seperti difirmankan-Nya dalam QS Ar-Rad: 13:11 "... Tuhan Tak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali ia mengubah nasibnya sendiri..." Selamat mencari dan menemukan Pemimpin terbaik Indonesia.
Salam Nusantara Jaya 2045.(marwahdi@yahoo.com dan www.marwahdaud.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar