05 November 2008

Nusantara Jaya 2045 dan Capres RI Versi DIB


Tanggal 5 November 2008, semoga insya Allah kelak menjadi catatan sejarah penting akan dikenang oleh anak-cucu dan keturunan kita sebagai salah satu tonggak kebangkitan Nusantara. Dua acara disatukan hari ini; yaitu, Pemaparan dan Peluncuran Program NUSANTARA JAYA 2045 oleh Marwah Daud Ibrahim ketua Umum DPP PMDN dan Pendiri MHMMD dan Dialog Calon Presiden RI versi Dewan Integritas Bangsa (DIB).

DIB sendiri merupakan terobosan generasi baru Indonesia yang sungguh menarik. Generasi muda yang seusia anak pertama saya yang tergabung dalam DIB terdiri dari delapan pimpinan puncak organisasi pemuda berlatar agama. Idy Muzayyad, Ketua Umum PP Ikatan Pelajar NU; M. Izzul Muslimin, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah; Dating Palembangan, Ketua Umum Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI); Natalis Situmorang, Ketua Umum PP Pemuda Katolik; Ronny Hermawan Ketua Umum Gerakan Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI); Nyoman Gde Agus Asrama, Ketua Umum DPN Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (PERADAH); Kris Tan, Ketua Umum Generasi Muda Konghuchu (GEMAKU): dan Lieus Sungkharisma, Koordinator Nasional Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK).

Visi DIB adalah terwujudnya Bangsa Indonesia yang berintegritas dan Sejahtera di masa depan. Dalam perjuangan mewujudkan Bangsa Indonesia yang berintegritas dan sejahtera, DIB memiliki Trilogi yaitu: 1) Tidak berkutat mempermasalahkan masalah; 2) Tidak menyalahkan orang lain; 3) Memfasilitasi putra-putri Indonesia terbaik untuk tampil terdepan memimpin bangsa dan negara.

Persiapan acara peluncuran NUSANTARA JAYA 2045 dan Dialog Capres RI versi DIB tanggal 5 November 2008 sangatlah singkat. Pertemuan tim kami dengan DIB di menara KADIN, Jumat 17 Oktober 2008. Hari itu disepakati memilih tanggal 5 November 2008 sebagai hari peluncuran program bersama. Sebenarnya kedua materi peluncuran dan dialog merupakan modul Tiga Pilar Kemitraan (3pK). Itu sebabnya pertemuan ini difasilitasi oleh Bapak Ai Mulyadi Mamoer, salah satu tokoh 3pK.

Tak ada sesuatu yang kebetulan. "...Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya...." (QS. 6:59). Pasti bukan sebuah kebetulan dan tentu dalam pengetahuan dan izin-Nya juga sehingga jika hati kami tergerak dan dimudahkan-Nya untuk mengadakan acara tanggal 5 November waktu Indonesia (4 November malam waktu Amerika). Ternyata bertepatan dengan hari pemilihan dan penentuan hasil Pilpres Amerika. Hal ini menjadi menarik karena Pemilu AS dinyatakan dimenangkan oleh Obama, yang dari awal menyatakan kekuatan utamanya adalah integritas pribadi dan dari awal menyatakan pemihakannya kepada rakyat banyak dan bukan pada segelintir elit.

Bagi saya sekeluarga, hari ini juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan ulang tahun cucu pertama kami Fathir dari anak kami Dian Furqani Ibrahim dengan Faisal. Saya menganggap apa yang dilakukan hari ini adalah menebar energi positif, dan menebar benih optimisme dan berbagai kebaikan untuk dipanen anak cucu kita 10, 20, 30, 40 tahun bahkan ratusan tahun ke depan. Apa yang akan mereka panen tergantung dari apa yang kita tanam hari ini. Mari kita menanam kebaikan dan kemuliaan untuk anak cucu kita.

Semoga acara hari ini yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, dan berbagai elemen bangsa dapat membawa angin perubahan di republik tercinta ini. Semoga Konvensi Capres RI versi DIB yang rencananya akan dilaksanakan insya Allah dari tanggal 9 Desember 2008 sd. 9 Februari 2009 dapat memfasilitasi putra-putri terbaik Indonesia tampil memimpin bangsa.

Semoga tahun 2045, kelak di era cucu saya dan teman segenerasinya mengambil estafet kepemimpinan, Indonesia insya Allah menjadi bangsa berintegritas, maju, mandiri, dan bermartabat, memimpin peradaban bukan hanya di Asia tapi di dunia.

Apa mungkin? Tanya beberapa kolega. "Insya Allah, tidak ada yang tidak mungkin jika Allah SWT menghendaki." Dan seperti motto DIB "Tidak ada yang Tidak Bisa, Kecuali Tidak Mau."

Salam NUSANTARA JAYA 2045 (marwahdi@yahoo.com & www.marwahdaud.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar