"Mbak Marwah selamat ya, saya baru baca liputan media tentang acara peluncuran Program Nusantara Jaya 2045, tapi kok belum tiba di The Ary Suta Center, hari ini kan Pak Amien Rais memberikan leadership mentoring. Calon presiden harus ketemu dengan sesama calon presiden." Demikian kurang lebih pesan telepon Dr. Denny Danuri, kepada saya.
Saya memang rutin ikut dalam acara leadership mentoring the Ary Suta Center, dan selalu belajar banyak dari tokoh nasional pilihan yang ditampikan di sana dan menurut saya sangat inspiratif: mereka a.l. Mochtar Riady, Agung Laksono, Prabowo Subianto, dan hari ini Pak Amien Rais.
Tanggal 6 November hari ini, saya tiba sedikit terlambat, dan diminta duduk paling depan pojok sebelah kanan. Ketika saya masuk Pak Amien Rais sedang melakukan napak tilas sidang-sidang MPR-RI yang beliau pimpin ketika gerakan reformasi masih membara di akhir tahun 90-an. Banyak hal menarik yang bisa dipelajari dari mentoring beliau:
Pertama, beliau memiliki kemampuan memimpin, sehingga sidang yang diprediksi akan berjalan alot melalui ketukan palu beliau bisa berlajan lancar (seperti pembahasan tata tertib dan hasil Badan Pekerja MPR lainnya).
Kedua, dari mentoring di The Ary Suta Center hari itu memperlihatkan betapa tingginya tingkat religiusitas Prof. Dr. Amien Rais. "Ketika saya diberi tahu akan ada hujan interupsi dan upaya penggagalan sidang Paripurna MPR yang akan saya pimpin saya membaca doa sepanjang perjalanan menuju meja sidang." Bahkan beliau berbagi doa: Ayat 80, surah Al Isra: "Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku ke tempat keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong. Alhamdulillah sidang berjalan lancar dan dimudahkan Allah SWT."
Ketiga, Prof. Amien Rais memiliki kemampuan lobbi yang efektif mempersatukan berbagai kekuatan berbeda, terbukti dengan keberhasilan beliau menjadi salah satu tokoh penting Poros Tengah di awal reformasi. Kemampuan inilah yang antara lain hari itu oleh salah seorang penanya dari Partai Hanura diminta untuk terus diemban oleh Pak Amien Rais, termasuk di Pilpres 2009 yad. Beliau tak langsung meyatakan kesiapan mengambil peran seperti awal reformasi, tapi beliau menyampaikan tips penting: untuk bisa mempersatukan banyak komponen dengan pendapat berbeda, kita tidak boleh berada di kutub ekstrim tapi harus mencari titik temu.
Keempat, Pak Amien Rais sangat demokratis. Ketika salah seorang peserta menanyakan kesiapan untuk maju di Pilpres 2009, beliau menjawab tanpa beban: "Saya di bangku cadangan saja. Sekarang eranya kaum muda, lihat itu Obama di Amerika. Juga eranya perempuan seperti terpilihnya Perdana Menteri Perempuan di Israel dan beberapa Gubernur dan Wakil Gubernur di Indonesia. Tapi kalau memang diperlukan turun lapangan bermain, saya insya Allah siap."
Kelima, yang pasti Pak Amien Rais seorang pejuang yang amat cinta tanah air dan bangsanya dan berani melawan dan menantang siapa saja jika rakyat tak diperlakukan adil di negerinya sendiri. Beliau berkata dan berlaku tegas pada Pak Harto dan kini beliau tetap tegas kepada pihak siapa pun yang dinilai berlaku tak adil kepada rakyat. Seperti ditegaskannya: Kepemimpinan baru nanti harus berani mengatakan kepada pihak yang berlaku secara tidak adil di negeri ini: We have a new leadership, a new Government, a new system and we have to renegosiate our contract... Siapa bilang tidak bisa. Yang penting berani. Negara Amerika Latin yang lebih kecil sumber-dayanya saja berani... masak kita tidak!!!!"
Terima kasih Pak Amien Rais, Bapak adalah salah seorang pemimpin inspiratif yang dimiliki bangsa ini yang telah mengambil peran dalam mewujudkan perbaikan nasib bangsa dan rakyat Indonesia. Terima kasih The Ary Suta Center sudah memfasilitasi leadership mentoring hari ini. Semoga Allah SWT memberkahi langkah perjuangan kita, Bangsa Indonesia tercinta. Salam Nusantara Jaya 2045.
(marwahdi@yahoo.com & www.marwahdaud.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar