Suatu pagi sekitar tahun 2003, di perumahan Anggota DPR, Kalibata, Jakarta ketika saya asyik mencuci piring di dapur tiba-tiba Bardan Rayhan Ibrahim, anak bungsu kami, mendatangi saya dari arah ruang tamu dan berujar: "Mama anaknya banyak Mak ya." "Anak saya kan tiga orang, Kak Dian, Kak Akmal dan Dek Bardan." Jawab saya. Lantas Bardan menjawab "Anak Mama itu banyak, seluruh rakyat Indonesia." Saya kaget. Ketika itu usianya barulah sekitar 9 tahun, dan baru kelas 3 SD. Dari mana frase Anak Mama adalah seluruh Rakyat Indonesia dia dapatkan? Sampai saat ini saya tidak tahu jawabnya, tapi sejak itu, entah siapa yang memulai, yang pasti menjalar sangat cepat, tiba-tiba di mana-mana saya pergi, sering betul saya dipanggil Bunda Marwah, terutama oleh alumni pelatihan Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan (MHMMD).
Yang juga mengherankan sejak itu intensitas saya berkeliling ke seluruh pelosok Nusantara bertemu dengan rakyat semakin tinggi. Perjalalanan terbanyak adalah sebagai Nara Sumber dan Pelatih Utama MHMMD (ini terutama di akhir minggu) atau sebagai Presidium ICMI dan yang terakhir sebagai Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Desa Nusantara (PMDN). Kami melakukan pelatihan MHMMD di Gorontalo, Makassar, Banda Aceh, Indragiri Hilir, Mataram, Kendari, bahkan ke luar negeri seperti Kairo, dan beberapa hari lalu di Hong Kong. Rakyat Indonesia yang memangggil saya Bunda Marwah jadi semakin luas tersebar bukan hanya di seantero Nusantara tapi jua di Mancanegara.
Hari ini tepat 8 November 2008, ultah saya dirayakan di tengah acara pelatihan metode MHMMD di kelurahan Pertukangan Utara, Pasar Manggis, Kebun Baru, dan Grogol Selatan, Jakarta Selatan. Ada dua nampan besar nasi tumpeng beserta buah-buahan hadiah kiriman dari keluarga Pak Handoko, lalu ditambah satu nampan nasi tumpeng beserta bunga, kue ultah lengkap dengan lilinnya dari NACO Peduli menyusul tiba ditempat pelatihan. Tim pelatih, mentor, peserta pelatihan MHMMD, dan rombongan NACO Peduli, dan peserta workshop guru kumpul berdoa, bernyanyi dan makan bersama. Mereka pun bergantian memberi selamat: "Selamat Ultah Bunda."
Saya pun berefleksi, masya Allah, subhanallah... tiga hari lalu (5 Nov 08) Dewan Integritas Bangsa yang tediri dari anak-anak muda dari 8 ormas mendaulat saya menjadi salah seorang Capres RI 2009 di Konvensi yang akan mereka gelar dari 9 Desember 2008 sampai 9 Februari 2009. Apakah kalimat Nanda Bardan tahun 2003 adalah ilham dariMu atau nubuat (istilah ibu Inge), bahwa Engkau akan menjadikanku salah seorang Bunda Pertiwi dari bangsa besar ini. Wallahu A'lam. Jika itu kehendakMu ya Allah. Saya ikhlas dan insya Allah siap, karena saya yakini Engkau akan menuntun dan membantuku dan mengirimkan sahabat-sahabat seperjalanan terbaik untuk berjuang bersamaku. Biarlah garis taqdirMu menjawabnya ya Allah karena saya yakin tidak ada kekuatan selain kekuatanMu. (marwahdi@yahoo.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar