15 November 2008

CALON LEGISLATIF PEREMPUAN

"Mbak Marwah bisa berbagi pengalaman dan menyampaikan kisah inspiratif kepada calon legislatif perempuan kan?" Demikian kata Ibu Ani Sucipto menyampaikan ajakan lewat telepon.

Ajakan beliau segera saya setujui. Bukankah yang beliau lakukan adalah bagian dari perjuangan kolektif tokoh perempuan Indonesia beberapa tahun terakhir ini. Teringat kembali ketika saya menjadi salah seorang anggota Pansus UU Pemilu tahun 2003 ketika perjuangan memasukkan angka 30 persen keterwakilan Perempuan dalam UU Pemilu. Kerjasama antara anggota Parlemen Perempuan (dan beberapa anggota Parlemen Pria) lintas Fraksi sangat erat dengan elemen aktivis perempuan dari berbagai LSM, pusat kajian perempuan, organisasi perempuan. Mereka bahkan dikenal sebagai "Fraksi Balkon" tanpa kerja sama antara yang ada di dalam dan di luar perlemen serta dukungan media sulit memasukkan keterwakilan perempuan ke dalam UU Pemilu.

Nah, kini setelah UU Pemilu dan UU Partai politik telah secara konstitusional membuka jalan bagi perempuan untuk berkiprah di rana Politik dan publik, maka saatnya untuk kembali melakukan kerjasama melalui advokasi, pelatihan, mentoring, pendampingan dan berbagai penguatan bagi kaum perempuan agar lebih percaya diri dan lebih mampu untuk mengisi peluang yang sudah dibuka tersebut.

Seperti kesepakatan kami, tanggal 15 November bertempat di Hotel Maraja, Makassar, sekitar 40 Calon Legislatif Perempuan lintas Partai dengan antusias mengikuti acara yang dilaksanakan atas kerja sama LSKP dengan Swedish Embassy dan The Asia Foundation.

Acara pelatihan berlangsung menarik. Banyak di antara peserta saya kenal dekat: ada teman kuliah, ada adik-adik angkatan saya di UNHAS atau junior saya di HMI dan dari Golkar.

Dialog yang dipimpin langsung oleh Ibu Ani Sucipto berlangsung akrab. Beliau memulai dengan memberi pengantar dan menanyakan apa tips dan saran yang bisa disampaikan kepada peserta sehingga saya bisa empat kali menjadi caleg dan bisa terpilih dengan suara tertinggi bahkan mengalahkan banyak caleg pria. Contoh di Soppeng sebagai basis utama saya, pada Pemilu 2004 Partai Golkar bisa mendapatkan suara lebih 80% di saat yang sama secara nasional Partai Golkar dengan perolehan suara sekitar 20 %.

Saya menyampaikan lima hal penting. Pertama, yakini bahwa politik itu mulia tidak kotor seperti sering dipersepsikan selama ini. Jika dimulai dengan meluruskan niat, bahwa apa yang kita lakukan adalah wujud pengabdian kita kepada Allah SWT dan niat yang benar memperjuangkan kepentingan rakyat maka politik sama mulianya dengan menjadi guru, dokter, dan profesi lainnya.

Kedua, rancang program untuk disosialisasikan kepada masyarakat. Misalnya akan fokus pada perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat dan pembukaan kesempatan kerja bagi tenaga kerja terdidik. Kita harus meyakinkan rakyat bahwa dengan perempuan memenuhi keterwakilan 30% maka masyarakat inysa Allah akan lebih sejahtera. Misalnya akan diperjuangan subsidi susu untuk bayi, makanan tambahan untuk anak sekolah.

Ketiga, fokuskan segenap energi supaya bisa menang. Tentu saja harus ada rencana yang matang, pemetaan dan pendataan yang akurat serta kerja keras dan kerja cerdas. Harus tahu data, butuh berapa suara untuk bisa menang. Di daerah pemilihan kita ada berapa kabupaten/kota, berapa kecamatan, berapa desa, berapa RW, RT, berapa keluarga, berapa mata pilih. Apa potensi daerah pemilihan kita, apa masalah mendasar yang perlu dipecahkan. Siapa tokoh berpengaruh yang harus kita temui.

Keempat, temui rakyat. Harus turun ke masyarakat. Naik mobil, ojek dan kalau perlu jalan kaki atau naik kuda. Temui rakyat di kolong rumah, di pasar, di tempat ibadah, di sekolah (tidak harus selalu dengan atribut partai). Ketika bertemu justru tidak hanya berceramah dan berorasi tapi juga penting mendengar aspirasi mereka dan mengusulkan solusi dan tebar harapan dan optimisme misalnya dengan bersama masyarakat menggali potensi yang bisa dikembangkan di daerah yang dikunjungi. Dan jangan lupa rekrut banyak relawan muda selain untuk kepentingan kaderisasi, mereka juga bisa membantu dalam proses mendata, dan menyusun program dan berkomunikasi dengan konstituen.

Kelima, lakukan dengan tulus dan terus menambah kemampuan. Kalau kita bekerja untuk Allah pintu kemudahan akan kita dapatkan. Berikan apa yang Anda punya. Berikan keterampilan, bagi pengalaman, bagi ilmu, berikan senyum dan cinta Anda yag tulus kepada rakyat. Langganan Koran, banyak membaca, banyak berdialog, jangan lupa kembali ke daerah pemilihan menyatu dengan rakyat ketika sesudah terpilih, buat program bersama rakyat. Mewujudkan program yang sudah dijanjikan ketika kampanye.

Ketika saya turun ke desa-desa berkali-kali masyarakat mengatakan bahwa "Ibu adalah satu-satunya yang pernah kami pilih yang masuk ke desa ini, bahkan wakil kami di provinsi dan kabupaten saja tidak pernah datang."

Hampir semua peserta mengajukan pertanyaan; Caleg PAN, Partai Demokrat, PKS, PDIP, PDK, Golkar, PPP seputar cara memetakan konstituen; menyusun program, fund rising, menyiapkan saksi serta mengatur waktu dengan keluarga. Suasana akrab dan penuh optimisme.

SELAMAT BERJUANG CALON LEGISLATIF PEREMPUAN INDONESIA.
Insya Allah Tuhan memberkahi. Salam Nusantara Jaya 2045

(marwahdi@yahoo.com dan www.marwahdaud.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar